Pembobolan bank

Sssst..., Malinda Siapkan Lima Pengacara

Kompas.com - 02/04/2011, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka dugaan pembobol Citibank, Malinda Dee (48), ternyata sudah menyiapkan lima pengacara untuk membantu menyelesaikan kasusnya. Pantauan Kompas.com, Sabtu (2/4/2011) siang ini, beberapa di antara pengacara tersebut mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk menemui Malinda.

"Saya tidak menawarkan diri untuk menjadi pengacaranya, dia yang meminta. Sudah ada empat, tambah saya satu. Saya baru dari Bali, di telepon untuk ke sini. Jadi lima pengacara. Kami datang untuk bertemu langsung dengannya," ungkap Indra Sahnun Lubis, salah seorang dari lima pengacara itu di depan Mabes Polri.

Indra tidak menyebutkan nama-nama pengacara lainnya yang juga turut membantu menyelesaikan kasus Malinda. Indra mengeluhkan kedatangannya bersama beberapa temannya yang melewati proses panjang untuk menemui Malinda. Padahal, kata dia, mereka ingin berdiskusi mengenai langkah-langkah hukum untuk pengembangan proses hukum Malinda.

"Kami advokat dilarang menemui tersangka, itu kan hak tersangka. Mau seratus pengacara ditunjuk, itu hak dia (Malinda), jangan dihalang-halangi. Ini, kan, masih praduga tak bersalah," ujar Indra.

Akibat ada larangan bisa duduk bersama kliennya, Indra dan tim hanya bisa bertemu Melinda dari balik jeruji untuk mendengarkan pendapat Malinda.

"Kami ingin tahu masukan-masukan dari dia terkait kasusnya. Kami belum bisa sampaikan lebih lanjut, ya," katanya.

Indra berencana akan kembali mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri, Senin (4/4/2011), agar lebih leluasa bertemu kliennya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau